Sabtu, 05 Januari 2013

Metode Mempelajari Tingkah Laku


      I.            
Psikologi merupakan ilmu tentang prilaku, perilaku atau aktivitas-aktivitas itu merupakan manisfestasi kehidupan psikis[1]. Perilaku dapat diartikan suatu respons organisme atau seseorang terhadap rangsangan dari luar subjek tersebut. Perilaku diartikan sebagai suatu aksi-reaksi organisme terhadap lingkungannya. Perilaku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi, yakni yang disebut rangsangan. Berarti rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu. Perilaku manusia adalah aktivitas yang timbul karena adanya stimulus dan respons serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung.[2]
A.  Metode yang bersifat filosofis
1)        Metode intuitif
Dilakukan dengan cara sengaja untuk mengadakan suatu penyelidikan atau dengan cara tidak sengaja dalam pergaulan sehari-hari.
2)      Metode Kontemplatif
Dilakukan dengan jalan merenungkan objek yang akan diketahui dengan mempergunakan kemampuan berfikir kita. Alat utama yang digunakan adalah fikiran yang benar-benar sudah dalam keadaan objektif.
3)      Metode filosofis religious
Digunakan dengan mempergunakan materi-materi agama, sebagai ala uama untuk meneliti pribadi manusia. Nilai-nilai yang erdapa dalam agama itu merupakan kebenaran yang absolute dan pasti benar.
B.     Metode yang bersifat empiris
1)      Metode Observasi
Metode untuk mempelajari kejiwaan dengan sengaja mengamati secara langsung, teliti, dan sistematis.
a.       Metode introspeksi (retrospeksi), retrospeksi artinya melihat kembali. Penyelidik melihat kembali peristiwa-peristiwa kejiwaan yang telah terjadi dalam dirinya sendiri dan bukan yang sedang terjadi dalam dirinya.
b.      Metode introspeksi instrumental, suatu metode instropeksi yang dilaksanakan dengan mengadakan eksperimen-eksperimen secara sengaja dan dalam suasana yang dibuat. Merupakan penggabungan dari metode introspeksi dan eksperimen sebagai upaya untuk mengatasi sifat subyektifitas dari metode introspeksi. Pada introspeksi murni, hanya diri penyelidik yang menjadi objek, akan tetapi pada introspeksi eksperimen, jumlah subjek terdiri dari beberapa orang yang dieksperimentasi. Sehingga hasil penyelidikan lebih bersifat objektif.
c.       Metode ekstrospeksi (melihat keluar), suatu metode dalam ilmu jiwa yang berusaha untuk menyelidiki atau mempelajari dengan sengaja dan teratur gejala-gejala jiwa sendiri dengan membandingkan gejala jiwa ditunjukkan dari mimik dan pantomimik orang lain.
2)      Metode Pengumpulan data
Suatu penyelidikan yang dilakukan dengan mengolah data-data yang didapat dari kumpulan daftar pertanyaan dan jawaban (angket), bahan-bahan riwayat hidup ataupun bahan-bahan lain yang berhubungan dengan apa yang diselidiki.
a.       Metode angket-interview,metode angket ialah suatu penyelidikan yang dilaksanakan dengan menggunakan daftar pertanyaan mengenai gejala-gejala kejiwaan yang harus dijawab oleh orang banyak, sehingga berdasarkan jawaban yang diperolehnya itu, dapat diketahui keadaan jiwa seseorang.
b.      Metode Biografi, lukisan atau tulisan perihal kehidupan seseorang, baik sewaktu masih hidup maupun sudah meninggal. Kelemahannya ialah, metode ini bersifat subjektifitas.
c.       Metode pengumpulan bahan, metode yang dilakukan dengan jalan mengumpulkan bahan-bahan terutama pengumpulan gambar yang dibuat oleh anak-anak, kelemahannya adalah penyelidik tidak berhadapan secara langsung, dan kadang-kadang tidak tahu situasinya pada waktu membuat hasil karya tersebut, menginterpretasi gambaran, tulisan (graphology) dan hasil-hasil karya yang lain dari seseorang tidaklah mudah dan juga bersifat subjektif.
3)      Metode Eksperimen
Pengamatan secara teliti terhadap gejala-gejala jiwa yang kita timbulkan dengan sengaja. Hal ini dimaksudkan untuk menguji hipotesa pembuat eksperimen tentang reaksi-reaksi individu atau kelompok dalam suatu situasi tertentu.
Tujuan eksperimen ialah untuk mengetahui sifat-sifat umum dari gejala-gejala kejiwaan, misalnya : pikiran, kemauan, perasaan, ingatan, fantasi dll. Kelemahannya ialah eksperimen biasanya dilaksanakan pada benda mati yang memiliki hukum-hukum tetap, sedang jiwa adalah sesuatu yang hidup, tidak semua gejala kejiwaan bisa diselidiki secara eksperimen.


[1] Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum,2004, hal.10
[2] http://wartawarga.gunadarma.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar